Apakah Ada Perbedaan Menggunakan DAW dan Plugin Bajakan VS Ori?

Saya masih ingusan dibidang mixing dan mastering.
Yang mau saya tanyakan.
Apa kah perbedaan daw dan plugin bajakan.
Mempengaruhi tidak ke kualitas audio yg kita produksi.

1 Likes

KeMungkinan bisa jadi sama…yg beda hanya spiritnya aja kalo saya…

1 Likes

DAW bajakan lebih sering crash dibanding DAW ori

1 Likes

iya betul sering crash

1 Likes

Saya nambahin aja ya. dari pengalaman saya, saya dulu pakai cubase 5 bajakan dan stlh hampir sekitar 10 tahunan saya memutuskan untuk ganti cubase 10 pro ori (karna saat itu juga ada harga murid di Artsonica). Yang saya rasakan sebenernya secara teknis si ga terasa bedanya (kecuali fitur2nya ya jelas beda ya). cuma yang saya rasakan adalah lebih ke passionnya. Sama saja sebenernya saat beli game bajakan dan original. Waktu bajakan karna murah / gratis saya mikirnya ah gpp lah ga mainin sekarang dll. Tapi kalo ori pasti mikir duh sayang ya ga dipake.

Dengan mindset seperti ini terjadi juga di cubase pro 10 ori. Saya ngerasa ada tanggung jawab dan merasa harus menggunakannya semaksimal mungkin. Saya pakai cubase 5 bajakan belum pernah menghasilkan lagu sendiri dan semua yang saya kerjakan tidak pernah maksimal. Sejak beli cubase pro 10 (saat itu belum ada 1 tahun) saya sudah punya beberapa produksi lagu sendiri. Kurang lebih seperti itu. semoga membantu!

3 Likes

Kalau pertanyaannya mempengaruhi ke kualitas produksi, itu balik lagi ke masing2 skill produksi.

Setuju, karena versi bajakan biasanya ga ikut update kalau versi orinya ada update (yang biasanya setelah update akan lebih stabil)
Keuntungan lainnya kalau ada crash, kita bisa komplain ke developernya.

Setuju, karena beli software (daw/plugins) pakai uang yg ga sedikit, pastinya sebelum membeli kita riset dulu, DAW/plugin seperti apa yang kita butuhkan (ga sekedar ikut-ikutan), dan setelah memutuskan beli, pastinya dimaksimalkan.

Salah satu contoh paling saya suka temui di temen-temen atau murid saya yang pakai bajakan, stock plugins/plugin bawaan DAW jarang dipake dan hampir ga tau ada apa aja. Karena biasanya langsung download plugin 3rd party.
Padahal ga perlu pakai 3rd party plugin, DAW dan stock pluginnya sekarang sudah sangat cukup untuk bisa produksi musik dengan kualitas yang sangat baik. Dan pada akhirnya kita hanya membeli (ori) kalau memang ada yang benar-benar dibutuhkan.

2 Likes

Bajakan, itu artinya software tersebut di hack, biasanya dengan menggunakan binary injection atau sejenisnya untuk membypass proses proteksi sehingga masuk ke starting point code nya. Dan proses ini berarti memanipulasi data binary aplikasi tersebut sehingga bisa jadi ada logic dalam code yang terkena dampak dan menjadi anomali atau tidak berfungsi dengan baik dalam satu waktu.

Tapi yang pasti, membajak software artinya mengambil/mencuri hak dari pembuat software tersebut yang harusnya menerima bayaran dari anda yg menggunakan software, menjadi tidak mendapat apa-apa. Sama halnya ketika anda memproduksi lagu dan menjualnya, orang2 mendapatkannya dengan gratis dan membagi2kan ke orang lain tanpa memberikan hak royaltity kepada anda yg sudah susah payah membuat lagu tersebut.

Di sisi pembeli software ori, betul seperti kata temen2 di atas, saya mulai serius dunia audio kira-kira tahun 2015, dan saya memutuskan untuk membeli Studio One professional. Dan gara2 beli, saya terpacu untuk belajar dan produksi lebih karena bayangannya sudah keluar duit, harus balik!! Hahaha… jadi mindset dan passionnya beda. Ada faktor uang keluar yang nge-drive kita utk lebih berkarya menggunakan apa yang sudah kita beli.

Dan satu hal, kalau kita beli software, dan ga berfungsi dengan baik, kita tinggal komplen ke developernya melalui email support lah, kontak supportnya, dan sebagainya. Kita punya hak untuk mendapatkan software yang stabil karena sudah keluar uang. Kalo membajak, mo komplen sama rumput yang bergoyang??

Masalah ori dan bajakan itu Karma lah. Siapa membajak, akan dibajak juga. Siapa menabur, akan menuai. Membeli ori, kita akan mendapat rejeki balik.

2 Likes