Bagaimana Pakai Reverb Cara Terbaik?

Biar reverb ng mmbbleeeeberr kemana2 pake tips apa ia ?? aku sih merasa ada frekuensi yang spertinya harus di buang , soo cara “CUT” terbaik gimana ia suhu :smiley: btw plugins pake Overloud BREVERB 2 dan file cuma sample untuk preview reverb saja…???

1 Likes

Kalau menurut saya, pakai automation aja. Pas bagian verse send reverb fadernya misalnya di angka -22. Lalu pas reff bisa lebih wet lagi misalnya di angka -17. Atau kalau ga suka dengan reverb yang terlalu “mbleber” berarti bisa atur feedback-nya jangan terlalu panjang, atau room size-nya di kurangin.

pakai saidchain compressor juga bisa,kalau mau buang frekwensi reverb yg di inginkan ,pakai aja vst reberb yg ada fitur eq nya,

ia sih mas aku juga make automation

sepp mas ntar tak coba

Kalo menurutku, pemakaian reverb itu bikin low freq instrumennya nambah. Jadi kalau saya, setelah nambah reverb saya balik ke filtering lagi untuk cek lownya hehe. Bisa juga pengaturan time, predelay sama sizenya juga ngaruh hehe

Kalau saya pribadi untuk reverb ga banyak treatment macam2. Intinya sih size yang tepat, pre delay yang tepat, komposisi yang tepat dengan dry signalnya.
Saya pribadi menghindari decay yang terlalu panjang yang akhirnya overlap, contohnya misal reverb di snare, saya akan menghindari buntut reverb nya nabrak ke pukulan snare di selanjutnya. Kalau memang butuh dimensi reverb yg besar, bisa pake gate.

Kalau untuk lagu mas @firdafamo saya akan treatment vocalnya dulu, kalau udah ok, baru diumpan ke reverb. Paling treatment yg dibutuhkan cukup di low filter reverbnya seperti kata @kevlana dan automation sesuai kebutuhan seperti kata mas @vikipassandaran, tapi kalau dry signalnya masih belum ok, misal di freq tertentu masi bumpy, mau diutak-atik reverbnya juga gak akan menyelesaikan masalah.

Semoga membantu

1 Likes

Ga ada istilah “yang benar” dalam musik karena musikalitas itu relatif, seni, apapun selama enak bagi yg mendengae maka sah sah aja.

Reverb bukan hanya sekedar penghias, penggemaan, tapi bagian dari sound itu sendiri. Saat kita menambahkan reverb pada mix, kita sudah menambahkan sebuah sound yg memiliki dimensi. Bukan hanya dimensi frekuensi dan amplitudo, tapi ada unsur dimensi ketiga yaitu depth…

Ada banyak ragam jenis reverb berikut karakteristik suaranya seperti room, hall, chamber, plate dan sebagainya. Dan masing2 memiliki karakter bunyk berbeda-beda dan menciptakam visualisasi ruanh bagi audience. Ini dulu faktor yg utama dalam menentukan reverb.

Kemudian masuk ke decay time, panjangnya reverb tsb. Tidak ada acuan baku, tergantung kita mau seberapa panjang dan “besar” ruang yg kita mau pakai. Kedua yg ga kalah penting adalah PreDelay, yg menentukan seberapa lambat reverb tab bekerja setelah sumber bunyk, dan ini menentukan besar dan jauhnya sumber suara dari audience.

Tidak ada angka ideal utk tiap kasus mix, bisa berangkat dari preset reverb tsb. Tapi saya sendiri belajar menggunakan Beat atau Tempo calculator utk menyesuaikan decay dan predelay tempo musik biar selaras…

Selebihnya ada bnyk faktor lain seperti damping, hi cut, low cut, lebih kepada shaping bunyi reverbnya saja. Kadang ada kala saya pakai reverb utk vocal, low nya saya cut sampai 200hz spy kedengeran lebih mid dan seolah ruang terbuka. Kadang saya loss low dan cut high sampe 2khz supaya terdengar ruang tertutup dan agak kedap. Macam2 implementasinya…

Cara terbaik belajar reverb adalah mendengarkan penggunaan reverb dari lagu2 yg di suka :slight_smile:

1 Likes

Oya aku sendiri mostly cuman pake Valhalla Vintage Reverb utk nyaris semua hal. Untuk Room ambience saya pake Presonus Room Reverb aja…

1 Likes