Belajar jadi Music Producer, perlu ga sih untuk menguasai Piano/Keyboard?

Halo temen2,

saya mau sedikit berbagi nih. Mungkin nanti kalau ada temen lain yang pro di bidang music production boleh sharing ilmunya juga untuk menambahkan.

Pandangan ini hanya bersifat opini pribadi saja, tidak dapat dijadikan acuan secara mutlak. Jika ada yang tidak sependapat dipersilakan, atau ada yang keliru, mohon dikoreksi ya teman2.

Ok langsung saja.

Piano atau keyboard adalah salah instrumen dengan range nada yang luas sehingga jika kita mainkan dengan 2 tangan, maka maksimum nada yang sanggup di tekan secara bersamaan 8-10 nada (untuk saya pribadi jarang sekali sampain memainkan chord yang jumlah notnya ada 10). Artinya secara HARMONY, piano bisa berfungsi sebagai bass, rhythm chord dan melody dalam waktu yang bersamaan.

Lalu apa kaitannya dengan music producer? Seberapa jauh kita perlu bisa bermain piano/keyboard di dalam pelaksanaan produksi musik? Mungkin ada banyak sekali pengetahuan yang tidak kalah pentingnya dalam memproduksi musik yaitu mempelajari DAW-nya itu sendiri, plug-ins, song structures, sections, lyrics, dll. Namun di dalam DAW, mungkin seluruh DAW memiliki piano roll dari Reason, FL bahkan sampai Melodyne pun menggunakan piano roll (kecuali software untuk edit audio). Untuk editing nada secara basic, tentu saja kita perlu untuk bisa membedakan not-not di tuts putih apa saja dan not-not di tuts hitam apa saja. Selain itu pada aplikasi penggunaan voicing di dalam range C0 sampai C8 kita mengetahui perbedaan karakter timbre di setiap instrumen musik agar frekuensi di bagian tertentu dalam lagu atau secara keseluruhan tidak tumpang tindih.

Bagaimana dengan yang hanya menguasai instrumen selain piano/keyboard? Mungkin bisa saja, namun tergantung musik apa yang akan digarap. Kalau seandainya fokus pada genre yang tidak perlu menggunakan piano/keyboard, bisa saja terjadi. Atau bisa juga, sebagai music producer kita berhak untuk memilih player (pianist atau keyboardist) yang karakter permainannya sesuai dengan karakter lagu yang diharapkan. Tergantung budget. Hehehe.

Jadi kesimpulan sementara, seberapa perlu kita menguasai piano/keyboard dalam pelaksanaan music production? Penting namun, peran untuk menggambarkan keseluruhan komposisi lagu dan karakter sound yang diharapkan jauh lebih utama. Menguasai keyboard, bisa menjadi poin plus terutama untuk menghemat cost song production itu sendiri. Apalagi bisa memainkan bass, electric guitar, acoustic guitar, dll. Lebih dahsyat lagi.

CMIIW.

3 Likes

nice bang @vikipassandaran,sya juga skrng lagi belajar piano basic saya gitar.cmn ga sejago om ponco satrio dan piano sya skedar cord dasar.klo sdh nemu belahan yg hitam pening kepala saya hehehehe… skrng kayanya lagi musim cord yg aneh2 yg mirip2 jazz gitu…klo saya yess untuk piano…heheheh

1 Likes

Saya setuju dengan ini…yaitu Penting bisa menjadi keyboardist tetapi BUKAN syarat utama.

Karena saya ketemu banyak producer yang instrumen musik utamanya malah gitar, drum dan bahkan bass.

Contohnya Ogi (Aria Prayogi), music composer untuk film The Raid, Merantau, Killers, dan scoring Gangs of London di Netflix, dia pernah saya interview soal ini (videonya masih di edit), dia bilang bahwa dia sama sekali TIDAK BISA memainkan keyboard. Jadi katanya, keyboard itu hanya tools dan kalau dia memaksakan menggunakan keyboard, malah jadi hambatan buat dia berkarya.

Demikian juga ada Jujun alias Andhika Triyadi, music composer untuk film dan sudah pernah dapat nominasi Piala Citra (seingat saya), dia adalah Bassist (padahal film yang di garapnya udah banyak (cek di laman wikipedia ini) !

Walaupun saya termasuk yang setuju dan sering mengatakan dalam sosmed saya sbb :

Pianist / Keyboardist adalah golongan terberkati dalam Music Digital

Tetapi ternyata pada kenyataan, banyak producer non-keyboardist yang sukses juga jadi kesimpulan saya, menjadi keyboardist atau bukan, ini hanya tools saja, pastikan kita berkarya dengan tools yang bikin kita maksimal berkarya, apapun itu!

3 Likes

Setuju sekali Pak Agus. Keren juga beberapa contoh music composer yang sudah sukses-sukses. Saya jadi terinspirasi.

Berarti bisa dibilang ketika peran kita sebagai music producer atau music composer, apapun latar belakangnya baik dia seorang gitaris, drummer, bassist, keyboardist, yang terutama adalah imajinasi membayangkan bagaimana musik yang dimaksud dapat dituangkan ke dalam instrumen yang akan ada di dalam musik itu. Mantap.

1 Likes

Nah ini betul sekali :heart:

1 Likes

ijin sharing pengalamanku… hehe :smiley:

kalo aku sendiri sih cuman menguasai alat musik keyboard/piano dan ketok-ketok meja kalo lagi bosen, hahaha :laughing:

kalau soal jago atau enggaknya, aku enggak jago-jago amat main keyboard/piano. baru bisa main melodi dan chord aja, belum bisa improvisasi kayak pianis-pianis handal. kalo soal teori musik, pengetahuanku juga yaa masih dasar banget deh :smile:

tapi lumayan bersyukur juga sih paling engga jadi sedikit paham cara main dan teorinya, lumayan bisa diaplikasikan selama proses produksi/aransemen (misal ketika mau cari chord, mau inversi chordnya, tangga nada, dan lain-lain)

:point_up_2: aku setuju… kalo menguasai alat musik dan/atau teorinya bakal jadi poin plus/tambah, tapi kalau tidak ya tidak apa-apa juga… sama seperti yang dikatakan mas @vikipassandaran dan pak @agushardiman

3 Likes

Sangat penting om untuk bisa main atau sekedar tau.
Karena ‚Äėmembatik‚Äô di piano roll pun gak bisa sembarangan, tentunya butuh pengetahuan tentang tuts piano jika perlu chord" nya juga.
Dan saya sendiri pun kadang harus nyontek gambar chord pas lagi ngebatik hahaha

3 Likes

Noted !

Mungkin maksud teman-teman adalah yang penting di ketahui adalah Chord atau Hamony nya, gitar, bass, keyboard atau bahkan main pakai keyboard laptoppun hanya sebagai alat input :pray:

4 Likes

Setuju Pak… Menurut saya yng penting kita harus paham music teory nya dulu.scale, cord, harmony Dan lain lain…

2 Likes

Gatau sih, sebenernya bukan perlu ga perlu. Tapi kalau bisa main keys/piano jadi nambah referensi bermusiknya aja sih. Soalnya songwriting base on guitar, base on piano, base on beat, pasti beda pendekatannya. Hhehe sepengalaman saya gitu sih. Kalo menurut saya yang paling penting itu tau saat create something, something tersebut mau diapakan dan mau dibawa kemana. Banyaknya referensi lagu juga mempengaruhi ‚Äúkekayaan‚ÄĚ sound, notasi, dll. Tapi yang pling penting itu fundamentalnya sih. Progression chord, scale, birama, dan pemilihan BPM. Oiya saya majornya Bass, piano saya anti tuts itemnya HAHAHA, dan udh ada beberapa draft lagu yang saya bikin dari apa yg saya tau aja gitu. Beberapa kali juga bantuin temen ngeproduce lagu mereka.

Oiya, semua lagu/musik/karya itu keren kok, karena gamungkin bisa ngereach 100% orang untuk suka sama apa yg kita buat

3 Likes

Kok saya malah irinya sama yang bisa fasih main drum yah hiks hahaha kadang kyknya mencari visi lewat beat itu asik hahaha

kalo dari pengalaman saya dan kakak saya yang kebetulan sekolah formalnya piano, keuntungan orang yang bermain musik sudah pasti lebih peka terhadap bunyi. Jadi mungkin untuk menentukan visi ga sesusah orang yang ga bermain musik. Tapi nyatanya orang bisa peka terhadap suara ga cuman dari bermain musik tapi dengerin juga. Ada yang ga bisa main musik tapi referensinya banyak banget saya rasa dia bisa jadi music producer yang lebih unggul daripada yang hanya sekedar bisa musik hahaha

Kata menguasai sendiri juga relatif ya, tapi kalo tau dasar-dasarnya sangat membantu apalagi DAW sendiri operasinya banyak menggunakan teori dasar musik kayak time signature, atau tempo dll.

Sampe di Artsonica ada kelas kusus belajar dasar teori musik saya inget banget liat Pak Agus ngajarin pelan2 dan sabar banget muridnya :stuck_out_tongue: colek @agushardiman

4 Likes

Hahaha ngajarin dalam 16 jam apa yang dulu kita pelajari dalam 16 tahun :rofl::rofl::rofl:

1 Likes

Paket kilat is real yak :sweat_smile: :sweat_smile:

1 Likes

Pas ngajar kebayang di memori bertahun-tahun kita latihan scale, Schmidt, Hanon dll dsb

2 Likes

Wah Hanon, jasanya besar banget untuk ngelatih jari nyahahahaha

1 Likes
1 Likes