Belajar Mendengarkan Compression

Nah, jadi saya kan sekarang lagi demen bikin tutorial audio di youtube (maklum sepi job). Kebetulan ini ada topik yang kayaknya cocok buat subtopik mixing.

Jadi topik video saya yang ini adalah belajar mendengarkan compression.

Kalau buat saya pribadi, compressor itu penting banget. Buat saya fungsinya ada 3: movement, density sama character.

Nah saya mau ngajak diskusi yang lain, buat kalian compressor itu gunanya apa? Apa yang menjadi fokus kalian saat mendengarkan efek compression itu sendiri?

9 Likes

Menarik !
Terutama tentang fungsi Compressor yang 3 itu (movement, density dan character) :heart:

Kalau saya, compressor bisa sebagai dynamic shaping dan tone shaping, yang intinya serupa dengan yang apa @musisikamardotcom sebutkan !

4 Likes

ini yg saya tunggu,sya lebih suka dri kompresor untuk mestabilkan yg ketinggian jadi setara yang kerendahan jadi sejajar.klo buat karakter saya blm memahaminya betul karna masih saya plajari bg,
bisa di jelaskan bg bentuk dri karakter kompresor itu sprti apa ya…sya sering pake kompresor pake bawaan DAW nya dnegan alasan agak ringan aja ke PC.

Jawabannya ada di videonya @musisikamardotcom di atas :stuck_out_tongue:

1 Likes

sya mo subcribe dlu @musisikamardotcom biar bsa mlm nonton nya…masih fokus di teks pak hehehe

Siiiip @mulyanakhaifaYt Semangaaat !

1 Likes

Paling simpel sih masalah karakter itu coba bandingin compressor bawaan DAW sama compressor emulasi 1176.

Coba pake attack dan release cepat, terus gain reduction besar. Beda banget suaranya.

Makanya saya kalo lagi nyobain compressor ya saya hajar ratio besar, attack release cepat, threshold 8.

3 Likes

siap…sya coba bang.

Buat pemula, saya pikir paling penting untuk memahami dulu fungsi dasar sebuah compressor = mengatur dinamika volume sebuah sumber suara.

Kedua, memahami parameter-parameter primer yang mengatur perilaku compressor tersebut: Ratio, Threshold, Attack, Release dan parameter sekunder seperti: Gain Reduction & Make-Up Gain.

Dah, sampai situ dulu, belum perlu beranjak ke ke fungsi lain.

Di tahap ini bila belum bisa mendengar efek compression maka bisa melihat parameter Gain Reduction (GR). Semakin besar nilai GR berarti semakin terkompres. Berapa itu “besar”? Secara pribadi saya rasa GR sebesar 0.1-2dB itu termasuk ringan, 2dB-6dB termasuk sedang, >6dB itu sudah heavy compression. “Bagusan” yang mana? Tergantung materi dan aplikasinya dimana.

Yang dulu bantu saya mendengar efek compression itu dengan menutup mata dan membayangkan suara tersebut secara visual. Suara tanpa kompresi mungkin seperti gelembung kurva tidak beraturan yang bergerak liar. Tapi setelah saya pasang compressor jadi berbentuk bola yang lebih rapi dengan posisi suara (staging) yang relatif stabil. Aneh ya? Haha tapi ya itulah patokan yang saya pakai sampai sekarang.

8 Likes

@darthfader mantapsssssssss…jadi lebih ke di bayangin dlu ya bg.harus melatih imazinasi sejak dini berarti ya…

wah asik seger banget pembahasannya apalagi buat yang baru belajar saya suka pembahasannya hehe salam :grinning:

1 Likes

ia bg harus sering baca2 ,buat tambahan teori…buat prakteknya tonton video,trs praktek dah di rmh dengan alat tempur kita…

1 Likes

Ini trik yang sama yang saya lakukan untuk mengecek karakter si compressornya (selain pakai spectrum meter utk analisa konten Harmonicnya) :+1:

Ini poin penting untuk pemula…jangan jalan kemana-mana dulu, fokus disini sampai paham benar, baru merambah ke fungsi lainnya dari Compressor :+1:

Tambahan dari saya, pada saat membandingkan hasil dari suatu Compressor, pastikan kalian sudah menyamakan volume hasil Compressor vs volume sebelum dikasih Compressor. Ini disebut sebagai Gain Matching !

Alasannya, telinga manusia bisa tertipu saat mendengar volume keras dan menganggap yang volume lebih keras tsb yang lebih bagus, padahal bisa saja perasaan lebih bagusnya karena volumenya yang lebih keras tsb :frowning:

Nah cara untuk Gain Matchingnya adalah :

  1. Pasang Compressor di suatu track
  2. Cara setingnya yang paling cocok untukmu dalam keadaan track di Solo
  3. Atur tombol Output dari Compressor tsb supaya saat Compressornya di bypass/dimatikan, VOLUMENYA SAMA DENGAN VOLUME SAAT COMPRESSOR AKTIF !
  4. Setelah Volumenya sama alias sudah MATCHING GAIN nya, bandingkan hasil Compressor tsb dgn hasil tanpa compressor, apakah bunyinya menjadi lebih baik, atau malah lebih jelek, dan apa kamu suka hasilnya? Kalau gak suka, ya ganti Compressor lain!

Semoga membantu !

7 Likes

Bener mas. Beberapa kali telinga nyaris tertipu hanya karena volume sebelum dan sesudah prosesing berbeda. Setelah Makeup Gainnya diatur baru ketahuan hasil aslinya seperti apa.

2 Likes