Dasar-dasar Penggunaan EQ (Equalizer)

Saya masih bingung dengan EQ, petunjuk nya dong tentang dasar-dasar EQ?

2 Likes

equalizer yg paling dasar mnrt saya ,3 jenis frekuensi low(bass/sub),midle/tengah,high/trible
klo low biasanya bunyi nya Dug,deng,jegh.
klo midel biasanua bunyi,ngong,kaleng,dll,klo trebel biasnaya ciss,hiss,ssssiis…esssss,
mnrt saya eq secara basic ya itu low,mid,high.klo secara toeri modern biar nanti suhu2 yg detilekan.

1 Likes

kalo saya kebiasaan EQ itu untuk membuang frekuensi yg tidak perlu… ada beberapa orang yg suka dengan cut off frekuensi yg ga di suka , ada yg suka hanya di turunkan sedikit di beberapa frekuensi, eq juga bisa memboost frekuensi mana yg diinginkan agar tidak tumpang tindih antara instrument lain. jadi fungsi eq bisa buat membersihkan frekuensi yg menganggu , dan sekaligus membuat karakter suara yg di inginkan.

tidak ada aturan baku harus bagaimana mengatur EQ , karena pada case di lapangan berbeda beda , tapi setidaknya kita tahu apa yg ingin di apakan dengan menggunakan eq , memotongnya , atau memboostnya… misal kalo pernah dengar , wah suara gitarnya gemuk , cempreng , pedes . wah drumnya empuk… wah vocalnya enak bulet… semua pilihan tergantung setiap orang dan setiap case yg berbeda… nanti akan ada yg jawab lebih detail… karena jawaban ini murni pendapat saya , bisa juga salah … salam audio

3 Likes

Fungsi EQ dasarnya yang saya tau (CMIIW) itu adalah untuk menempatkan instrument dalam musik sesuai pada tempatnya. Sama seperti Panning dan Volume.

Kalo Panning kita tempatkan horizontal kan (kanan kiri)
Kalo Volume kita tempatkan Depan Belakang

Sementara kalo EQ biasanya dibilangnya nempatin vertikal (atas untuk freq high bawah untuk freq low). Tapi karna EQ juga berkaitan dengan volume kadang juga bisa dipersepsikan depan belakang.

Nah sekarang bayangin gampangnya instrument itu ada karakternya masing-masing, tempatnya masing-masing. Contoh kalo kita ngebayangin kick drum / bass pasti harusnya letak mereka adalah di low freq dan misalnya vokal ada di low mid - mid.

Nah, kalo diperhatikan biasanya kick drum itu juga ada di freq mid juga suaranya tapi ga sekuat vokal tapi artinya kan dia nempatin di tempat yg sama dengan vokal kan. Nah bayangin kalo banyak instrument terjadi kyk gini. Bisa-bisa saling tindih dan vokalnya akhirnya ga kedengeran jelas misalnya. Maka gunakan EQ untuk meng cut frekuensi mid dari kick itu utk memberikan ruang kepada si vokal.

Terus kalo misalnya ternyata vokalnya masih kurang keluar? kita bisa boost. Tapi biasanya usahakan incar CUT dulu baru BOOST karena kebiasaan orang pengennya kencengin suara terus kalo kurang kencengin terus lama-lama bubar jalan nanti hahaha.

Nah karna di dalam EQ memiliki sifat seperti Volume jadinya bisa juga digunakan untuk menghilangkan suara yang kita tidak inginkan seperti boomy sound, atau hissss dll. Makanya ada De-esser (menggunakan gabungan EQ dan Side Chain) untuk mengurangi suara hisss.

Yang saya salut kalo ada yang menggunakan EQ sebagai bagian dari kreatifitas. Yang umum mungkin saat musical break atau pindah section misalnya dari Verse ke Chorus menggunakan sweeping EQ kayak bunyi droping gitu. keren sih

Semoga menjawab ya dan ga salah jawabnya :joy:

Ada sumber yang bilang kalau mau belajar mixing itu lebih mudah jika di visualkan. Ada video judulnya Art of Mixing yg menurut saya cukup komprehensif membahas mixing secara visual.

4 Likes

Bisa juga cek topik dari @musisikamardotcom tentang EQ disini :

1 Likes

Terimakasih akan di coba praktekkan :grinning:

Saya nambahin aja dari apa yang udah dibahas di atas…

Untuk mudahnya, bagi aja musikmu dalam 3 jangkauan frekwensi yaitu LOW, MID dan HIGH !

Audio-Frequency-Spectrum-Explained
Gambar di ambil dari: https://www.audioreputation.com/audio-frequency-spectrum-explained/

Kalau lihat gambar di atas, pembagian frekwensinya adalah sbb:

  • LOW = 20 Hz - 250 Hz (yang terdiri dari BASS & UPPER BASS) - SUB SONIC gak saya masukin :stuck_out_tongue:
  • MID = 250 Hz - 4 kHz (yang terdiri dari MID & UPPER MID)
  • HIGH = 4 kHz - 20 kHz

Lalu @ariepepu pikirkan, di area frekwensi LOW, apa saja track yang harus dominan. Tentu saja yang dominan adalah Kick dan Bass. Nah track-track selain 2 ini, di kurangi energinya / volumenya pakai EQ (Di Cut atau di Notch). Misalnya ada track Gitar Distorsi yang dominan juga LOWnya, ya track ini di LOW Cut dst untuk track-track lainnya.

Selanjutnya ke area frekwensi MID, apa saja track yang harus dominan. Kalau ada vokal, tentunya vokal harus dominan. Selain mengangkat frekwensi dominan vokal di MID, “bolongin” atau di cut frekwensi dari track-track yang dominan di MID seperti Snare Drum atau Gitar Rhythm atau Keyboard/Piano, tentunya cut nya jangan kebanyakan yang bikin karakter track tsb jadi terlalu berubah.

Untuk HIGH, tidak seperti area frekwensi LOW dan MID. Cukup pastikan tidak ada bunyi track yang tajam / harsh yang bikin telinga sakit. Kalau ada, misalnya Cymbalnya tajam, bisa di kurangi HIGHnya pakai EQ, baik dengan filter HIGH Cut (atau LOW Pass Filter) atau di cut di frekwensi HIGH tertentu.

Pada akhirnya, setiap track akan menempati area frekwensi tertentu yang semuanya akan saling melengkapi menjadi musik yang balance secara frekwensi !

Semoga menangkap maksudnya ya (karena cuma dalam bentuk tulisan) :stuck_out_tongue:

3 Likes

Terimakasih mas. Mantap penjelasannya :grinning:

Siaaap :pray:
Silakan yang lainnya menambahkan (lagi) !