MIXING ENERGY, Teknik Mixing Analog yang di Adaptasikan ke Digital

Sudah lama saya selalu ditanya…
Bagaimana seting volume Vokal saat mixing?
atau
Berapa seting volume Kick, Snare, Hihat dalam lagu Pop?
atau
Berapa dB angka volume Gitar saat mixing Rock dsb dll…

Dahulu saya selalu menjawab…
Ini pertanyaan yang gak bisa dijawab karena tergantung data mentah kamu, selera pribadi kamu, genre musiknya dll dsb

Tetapi pada akhirnya saya menemukan momen EUREKA atau AHA saat merenungi pertanyaan ini…

Saya teringat mixing engineer jaman dahulu yang menggunakan mixer console segede gaban dan di setiap channelnya ada meter yang bernama VU METER seperti ini:

Dan kenapa selalu ada VU Meter pada analog console / mixer? Ternyata di situlah kuncinya…VU METER membantu sang engineer saat recording maupun mixing !

Loh kan di DAW juga sudah ada level meter di mixer virtualnya? Ngapain pake ini lagi?

Nah itu dia, meter pada mixer DAW adalah indikator Peak Meter alias hanya transient atau attack awal saja yang di tampilkan pada meternya dan TIDAK MENGGAMBARKAN VOLUME SESUNGGUHNYA SEPERTI TELINGA MANUSIA MENDENGAR BUNYI !

Nah VU Meter menampilkan volume suatu bunyi dari awal berbunyi sampai berakhirnya bunyi (dengan jarum yang berubah-ubah setiap saat) dan LEBIH TEPAT menggambarkan bagaimana telinga manusia mendengar suatu bunyi !

Penemuan ini saya tuangkan dalam bentuk TEKNIK yang saya namakan MIXING ENERGY !

MIXING ENERGY adalah energi suatu bunyi baik berupa 1 track saja atau beberapa track sekaligus (yang di Grup) dalam suatu mixing yang bisa membantu kita membalance suatu lagu secara lebih cepat !

Itu sebabnya saya beri judul video ini… Membalance Lagu TANPA Dengar Lagunya?
Poin utamanya BUKAN tentang kita bisa mixing tanpa bunyikan speaker/headphones, tetapi lebih ke pembuktian bahwa MIXING ENERGY ini benar-benar ada dan bahkan bisa membantu kita saat membalance lagu saat mixing !

Silakan di simak videonya…

Berikut ini hanya salah satu contoh RUMUS MIXING ENERGY saya untuk lagu Pop:
(Catatan: Jangan di tiru mentah-mentah, tapi carilah rumusmu sendiri sehingga saat balancing berikutnya, kamu bisa bekerja lebih cepat dan tepat !)

[ALL DRUMS/GROUP/BUS] = 40% - 50%
KICK = 30%
SNARE = 20%
SIDESTICK = 10%
HIHAT = 5%
TOMS = 30%
RIDE = 7,5%
CYMBAL = 10%
CLAP = 10%
SNAPS = 2,5%
SHAKER = 5%
TAMBOURINE = 5%
PERCUSSION = 2,5%

BASS = 40%

[ALL VOCALS] = 90%
LEAD VOC = 75%
BACKING VOC = 50%

AC GUITAR = 20%

[ALL ELEC GTR] = 60%
DIST GUITAR RHTYHM = 20%
LEAD GUITAR = 50%

[ALL KEYS] = 80%

[ALL STRINGS] = 20%-30%
VIOLIN = 15%
VIOLA = 10%-15%
CELLO = 12,5%
CONTRABASS = 12,5%

SYNTH PAD = 10%

Catatan :

  • Di ukur pada bagian lagu paling klimaks, misalnya REFF ke-3
  • Bikin Gain Automation lalu adjust Energi di bagian Bait dan Reff Sebelumnya

Sekali lagi, Rumus di atas Boleh dijadikan acuan tetapi JANGAN DIANGGAP SEBAGAI SESUATU YANG PASTI BENAR. Silakan temukan RUMUS-MU Sendiri !

Di tunggu Part 2 dari video di atas yang akan membahas proses selanjutnya setelah balance lagu kita dapat yaitu dilanjutkan dengan penggunaan FX seperti Compressor, EQ, Reverb. Delay dll.

Rencananya videonya akan saya kasih judul SILENT MIXING TECHNIQUES !

Demikian, semoga bermanfaat !

Silakan share RUMUS MIXING ENERGY-mu di komen di bawah ini beserta contoh lagunya (kalau ada) !

10 Likes

setelah melihat video dari artsonica tentang mixing energy ini baru tau kalau VU meter benar - benar berpengaruh, dan mulai saat ini di setiap saya mixing selalu menggunakan VU meter sebagai parameter, Terimakasih Artsonica atas ilmunya… :slight_smile: :pray: :pray:

1 Likes

Sama-sama, walau anggap saja teknik ini sebagai salah satu tools/alat saja, silakan pakai dan gabungkan dengan teknik mixing yang biasanya sudah dipakai, sukses terus @Mattsoto :+1:

2 Likes

Hallo pagi semua… mau tanya ke member disini dan terutama sama suhu om agus hardiman… gini, misalkan kita udah balance semua track menjadi 18 db trus kita balance lagi per-track… nah pas kita balance track bass drum ternyata ga sampai 30% (ngikut patokan om agus dulu)… outputnya ga sampai 30% malah sekitar 10%, apakah saya harus tambah volumenya? Terima kasih…

1 Likes

Jawabannya adalah jangan ikutin rumus saya tetapi pakailah rumus mu sendiri :smiley:

Saya quote catatan saya di atas :

Jadi konsep MIXING ENERGY ini adalah selera pribadi setiap orang, jadi sesuaikan saja rumusnya. Kalau di atas saya kasih rumus, itu adalah rumus saya pribadi yang bisa saja berbeda dengan orang lain. Dan saya juga gak pakai rumus ini secara kaku, tetap di sesuaikan dengan situasi alias ada yang berubah juga :pray:

Dulu saya juga ngalamin hal yang sama, mencoba mennggunakan rumus yang Pak Agus share waktu les. Cuman waktu dicoba emang endingnya tetep harus eksperimen sendiri hahahaha karna banyak faktor yang mempengaruhi energi itu.

Saya juga pernah coba teknik yang dipakai Graham dari Recording Revolution pakai VU meter energi untuk kick dan bass supaya ga saling menutupi tapi sama juga makanya Pak Agus dan Graham slalu bilang ga bisa ditelan mentah-mentah itu bener banget hahaha

Mungkin bisa membantu untuk starting point karna biasanya suka bingung kan startnya dari mana tapi dari sini bisa dilanjutin sesuai dengan seleranya / tujuannya. eksperimen terussssssssssssssssssss

Semangat ya @Akbar_Muhamad

2 Likes

Makasih om agus, jadi kalo datanya ga sama, jadi kita bikin settingan sendiri sesuai dengan datanya ya om…

Oh ya mas jennes… berarti emang harus eksperimen yah maz, hahaha… coba2 sendiri dan akhirnya bisa nemu yang enak setiap data… siap selalu semangat mas ini hehehe

Iya di sesuaikan aja…tetapi basicnya atau instrumen yang sama, coba di ikutin (lalu di customize) :smile:

Ya om, pertama emang saya ikutin basicnya om agus dulu, baru kalo beda saya bikin sendiri sesuai dengan data yang mau di mixing… makasih om agus…

Kalau di video saya bilang bahwa Rumus saya itu hasil dari mixing yang sudah di approved klien.
Nah buat yang lain juga, bikin rumusnya dari hasil musik yang udah di approved klien atau kalau belum pernah bikin utk klien, ambil musik yang sudah di rilis (misalnya di youtube) dan dirasakan enak, lalu analisa untuk dapat rumusnya.

Setelah itu rumus ini dijadikan patokan untuk mixing selanjutnya, begitu :smiley:

Iya betul, yang ditampilkan itu bisa jadi starting point tapi dicoba-coba sendiri terus buat target sendiri seperti yang Pak Agus bilang. Bener-bener berguna banget apalagi kalo yang kerjanya harian / rutinitas kyk dari klien yang berbeda-beda jadi sudah punya panduan sendiri, berguna juga untuk yang baru awal-awal biar ga pusing nentuin starting pointnya. Kalo saya merasa krn keperluannya untuk membuat lagu sendiri ato kadang cover merasa ga bisa slalu pake formula yang sama, kadang ga pake panduan, jadi eksperimen terus on the spot sampe nemu yang menurut saya enak (gatau bener apa gak) :rofl:

1 Likes

Boleh dicoba mixing energi ini, karna sampai saat ini saya belum puas dengan hasil balance saya sendiri.

Sebelumnya saya menggunakan teknik balance menggunakan pink noise yg tiap intrumen disamakan level gain nya dgn pink noise, selanjutnya saya balance lagi sesuai kebutuhan lagu.

hahah saya pernah nh pake ini, lama2 pala pusing sendiri

Nanti akan ada Part 2-nya yaitu lanjutan dari video ini, di tunggu ya…

Iya, banyak teknik mixing di dunia audio, kalau gak cocok jangan dipaksa :smiley:
Saya pun gak suka pakai teknik Pink Noise, walau ada juga yang selalu menerapkan :smiley:

Iya apalagi tracknya banyak… bisa cepet lelah kuping

Untuk balancing awal (seblum diatur komposisi energinya), apakah akan berbeda nanti kualitas audionya? bila

  1. Balancing dengan semua fader track sekaligus dilink dan diturunkan ke (contoh) hingga mencapai penurunan di -14 db

dengan

  1. Bila masing-masing track diturunkan hingga -14 secara satu per satu
1 Likes

Pertanyaan yang bagus :+1:

Sebenarnya teknik Mixing Energy ini ada lanjutan ceritanya yang belum saya share yaitu soal GAIN STAGING yang bertujuan memaksimalkan hasil mixing kita.

Jadi kalau proses mixing hanya berhenti di balancing volume saja, menurunkan volume baik dengan Gain Input atau dengan menurunkan Volume Fader ya tidak mengubah kualitas audio. Tetapi saat kita udah pakai Compressor, EQ dll, ini bisa menyebabkan kualitas audio gak maksimal yaitu bisa terjadi distorsi yang tidak di inginkan atau punch alias nendangnya bunyi gak maksimal.

Saya gak bisa tulis disini detilnya karena butuh penjelasan panjang lebar dan gak bisa hanya dengan tulisan, mesti ada contoh audionya juga. Jadi mohon di tunggu saya bikin video lanjutan teknik ini ya :pray:

1 Likes

Kalau bisa sekalian dijelasin nanti ya bang…
Volume dan Clip Gain/Gain
apa dan bagaimana perbedaan pemoresannya pada balancing