MOVE - Buka Mata (Live Studio Session)

Beberapa waktu lalu, saya mencoba mengerjakan sebuah proyek live session di studio saya, yang diberi tajuk Ruang Raung.

Pada edisi ini saya mengajak kawan² saya dari MOVE untuk maen 1 lagu original mereka yang saya rekam secara live dan tambahan overdub untuk track vocal scream.

Tautan untuk menyimaknya boleh teman2 kunjungi dibawah ini:

Selamat menikmati dan mohon saran dari para shifu sekalian.

Terima kasih
:pray::pray::pray::pray:

4 Likes

Keren nama studionya… RUANG RAUNG :heart:

Asyik banget hasil rekaman livenya…Good mix n balance :+1:
Sharing-sharing pakai alat-alat apa aja di sana?

Untuk drum itu di replace ya?
Sound gitar todong ampli atau pakai Amp Sim plugin?
Selain track vocal scream, apakah hasil rekaman live dengan band atau di overdub juga?

1 Likes

Enak bgt sound drumnya, saya suka sound tomnya membel bgt, (gemuk).

1 Likes

Nama studionya RESCUENESIA mas Agus, untuk RUANG RAUNG saya buat sebagai title gigs yang rutin beberapa kali saya buat untuk temen² band/musisi di daerah saya, baik di Sangatta (tempat saya saat ini), atau juga melibatkan kawan² dari Tenggarong atau Samarinda bahkan Malang, yang kebetulan pernah mampir untuk promo album ataupun single mereka.


Untuk peralatan rekaman saya pakai alat-alat yaitu:
•Steinberg Cubase 8.5 Pro
•Steinberg UR 824 (SC)
•Behringer ADA8000 (Adat Preamp)
•Mic Vocal Behringer XM1800S (Dynamic murmer)
•Mic Drums JTS Set (lupa serinya)
•D.I Box Behringer Ultra G
•Mixer Yamaha MG166CX (Speaker controler)
•Yamaha HS8 (Monitor speaker)
•Drumset DDrums Diatribe
•Amp Gitar Laney LV300
•Amp Bass GK Backline 115


DRUMS:
Semua chanel drums saya route dari drums menuju soundcard langsung (UR824 dan ADA8000)

BASS:
Saya ambil channel dry dari bass gitar melalui output balance D.I Box (tidak langsung dari output balance ampli GK) dan langsung menuju UR824, kemudian direct link out D.I Box saya kirim ke pedalboard (Distorsi + EQ) dan lanjut ke ampli GK sebagai monitor.

GITAR:
Gitar --> in Zoom G3 (setting amp sim + cab sim) --> in D.I Box --> direct link out to input amp Laney LV300 & balance out to UR824, saya lupa2 ingat apakah cabsim di Behringer Ultra G ini saya aktifkan atau tidak :sweat:.

Disini juga saya lupa, kalau Zoom G3 multifx ini ada fasilitas balance out, yang justru bisa lebih maksimal settingan ampsim/cabsim-nya jika menggunakan balance out bawaan Zoom G3.

Dan juga sebenernya bisa ambil track clean (dry) dari gitar yang mungkin nanti bisa digunakan lebih fleksibel saat mixing, namun ini gak saya lakukan, karena sound yang dihasilkan sudah nyaman dari sumbernya menurut saya dan untuk ampli gitar Laney LV300 hanya saya manfaatkan sebagai monitor.

Jadi dengan beberapa gear pendukung pemain gitar diatas, sebetulnya bisa dibuat beberapa sistem, termasuk juga kalau mau memanfaatkan microphone untuk todong amplifier di ruang studio

VOCAL:
Microphone Behringer XM1800 ini saya langsung kirim ke SC, kemudian saya buatkan mono output di DAW dan output tadi (yg sudah saya insert fx) saya kirim kembali ke speaker monitor di ruang studio (wet signal).


Mix Process:
•untuk sinyal drums seperti kick dan tom saya pakaikan trigger mas, kalau untuk snare saya manfaatkan track bottom yang dikombinasikan dengan snare trigger.
•overhead dan room bener² saya maksimalin dari track audio yang sudah direkam tadi.

•sinyal bass (dry) saya olah kembali menggunakan plugin ampli simulasi dari STL Tones.

•sinyal gitar (wet) yang murni dihasilkan dari Zoom G3 tadi, saya olah menggunakan EQ (hpf/lpf) + comp dan saturasi.
Sinyal gitar ini juga saya copy, masing² track saya coba bedakan frequensinya (ternyata ini juga bisa buat masalah phase teratasi) dan saya delay salah satu track gitar (copy), lalu saya grup dan insert stereo imaging.

•vocal ini yang lumayan ribet (bocoran track drum bener2 menganggu), jadi saat mixing dan maenin EQ/Comp bener² krusial, kalau gak teliti bisa2 yang dominan nanti malahan bocoran sinyal drums dari track vokal ini :smile:.
Solusinya saya editing dulu track vokalnya, saya bersihkan sebaik mungkin agar bocoran track drum tadi bisa lebih di-reduce, namun jangan sampai mengorbankan track vokalnya (karena saat kita gak teliti, sustain suara vokal bisa hilang dan jadi gak natural).
Dan saat mix, saya buat track vokal jadi 2 track (copy), 1 track yang sudah saya edit dan 1 track lagi adalah track orisinil (tanpa edit) dan jangan lupa cek phase kalau mau pakai cara mengcopy seperti ini (dibedain frequensinya).
Track vokal tadi saya coba blend agar suara vokal tetep terdengar jelas (gak ketutup sama instrumen lainnya), namun bocoran drum pada track vokal gak mengganggu hasil mix secara keseluruhan.

•selain vocal scream di pertengahan lagu, semua asli rekaman langsung, tidak ada yang di overdub selain track vokal scream.


Kira² detilnya seperti ini mas Agus, yaahh walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini, peralatan yang mungkin jauh dari memadai, namun paling gak ini jangan dijadikan alasan buat menghalangi kreatifitas, mudah²an juga apa yg saya bagikan bisa berguna untuk temen² yang pengen mencoba mengerjakan rekaman live seperti ini (moga² bahasa saya bisa dimengerti oleh temen2 semua, soalnya gak faham bahasa teknisnya :smile:), jadi moga² ini berguna nantinya buat temen².

3 Likes

Makasih banyak mas @vikipassandaran, detilnya saya jabarkan di atas :blush:.

Waaah hasil segini mah udah mantaaap !
Teruskan ya :pray:

Dan next share-share lagi yang seru kayak gini :+1:

1 Likes

Sukak sound drumnya!!!

1 Likes

Makasih banyak mas Agus, paling gak belajar yang dari dulu di zaman musiktek, bener² banyak banget fungsinya, dan memang selain memahami teknis, kudu nyelipkan rasa juga dalam setiap mixingan, dan bener kata mas Agus, berlatih berlatih dan berlatih.

InsyaAllah pasti begitu mas, nanti kalau ada bahan lagi yang bisa saya bagikan mas :blush::pray:.

1 Likes

Makasih banyak mas sudah mampir dan dengerin, belajar utak-atik di proyek live recording saya mas hehehe.
:blush::pray:

Amiiin, ingin bikin ArtSonica Club ini kayak dulu lagi…semoga member lama MusikTek seperti @EndieSoeprajitno bisa rajin sharing :pray:

1 Likes

ini keren, mas…

saya kan beneran pemula banget, begitu baca kalo musiknya hasil live recording begini, saya ngebayangin bagaimana gimana caranya mengatasi suara instrumen laen yang masuk ke dalam mic, seperti suara vocal, gitar dan bas yang masuk ke dalam mic drum. begitu juga suara gitar, bas dan drum yang masuk ke dalam mic vocal.

suara-suara bocor ini juga kejadian sama saya kalo lagi take audio pemusik untuk acara ibadah secara live recording, bedanya di saya biasanya pemusik itu akustikan dan live recording bukan di studio, tapi di ruangan biasa. instrumennya biasanya pake gitar akustik dan cajon, serta clavinova kalo lagi ada pemainnya, nah yang saya alami suara cajon (dan kadang gitar) itu bisa bocor ke ke mic vocal,begitu juga vocal (dan kadang gitar) yang bocor ke mic depan cajon (saya biasa pake 2 mic untuk cajon, satu di depan dan satu lagi agak masuk ke lubang belakang cajon)

kalo diijinkan, ada beberapa hal yang mau saya tanya
nah kalo suara bocor ke mic vocal kan tadi udah dijelasin di atas, apakah cara yang sama juga dilakukan untuk mengatasi suara bocor yang masuk ke dalam mic drum? ataukah suara yang bocor ke mic drum nggak akan pengaruh besar karena bakalan ketutup sama suara drum?
lalu apakah mas @EndieSoeprajitno ada mempertimbangkan suara ambience ruangan? jika iya, apakah merekam suara ambience juga? atau suara-suara bocor tadi bisa dianggap suara ambience?

mohon maaf kalo jadi banyak tanya, mas :grin:

dengan cara mengatasi suara bocor ke mic vocal yang mas bagiin diatas juga sebenernya sudah jadi ilmu berharga buat saya.
terima kasih ya, mas Endie, karena sudah berbagi.
semoga sukses terus. :pray:

2 Likes

Aamiin mas, pastinya emang pengen bisa seperti dulu yaa mas dan paling tidak, pengalaman selama ini bisa dibagikan ke temen² yang mungkin baru memulainya.

Makasih banyak mas buat forum yang bener² bermanfaat buat banyak orang :blush::pray:

Sebisa dan semampu saya menjawab yaa mas, saya anggap pertanyaan mas @marbunpol ini adalah melakukan mixing setelah melakukan proses rekaman langsung di panggung/studio.

Jadi kalau menurut saya, bocoran itu sudah pasti ada mas (karena live recording dalam 1 ruangan/panggung yg sama), justru ini naturalnya sih, dan beberapa shifu pernah bilang, posisi microphone juga berpengaruh bgmn meminimalisir bocoran suara.

Sepertinya mas @agushardiman juga pernah buat videonya soal ini :blush::pray:.


•untuk bocoran instrument lain ke mic drum, biasanya saya insert gate mas, tapi tetep kudu ngejaga agar sinyal yang dipotong gak hilang begitu saja sustainnya (saya tetep suka ada bocoran gitu sih mas, selama dirasa itu tetep buat nyaman hasil secara keseluruhan).

•kalau hasil dalam video live session yg saya bagikan, itu saya pasang trigger utk track kick/tom, untuk snare saya pakai mic bottomnya untuk dapatkan nuansa drumnya agar tetap natural (ini menurut saya sih mas, hehehe).

•kalau saya pribadi suka pakai mic buat ambience mas, tinggal posisikan microphonenya sampai nemu suara yang enak menurut kita mas, saya pribadi sih sebelum melakukan sesi rekaman live, biasa tak lakukan cek sound, dan dengerin hasil rekamannya, kalau masih ada yang dirasa kurang, saya coba lagi utak-atik posisi mic ambience sampai dapat yg dirasa nyaman mas.


Mohon maaf kalau bahasa dan jawabannya kurang jelas dan detil, dulu belajarnya kagak sekolah formal soalnya mas hehehe.

Gak apa² mas, saya sendiri juga sampe sekarang masih banyak nanya kok hehehehe, moga² jawaban saya bisa sedikit membantu yaa mas :blush:.

2 Likes

waaaahhhh… saya malah berterima kasih banyak banget nih, karena mas endie masih mau ngasih tau ilmunya lebih lanjut… bakalan ngebantu banget buat saya, terutama tentang mic postioning, gate dan ambience.

sebagai gambaran, waktu shooting, pemusik cuma kebagian sedikit space ruangan, jadi berikutnya saya akan coba utak atik lagi posisi mic waktu recording

ini udah cukup jelas dan detail buat saya kok, mas… saya juga nggak ada sekolah formil, baru kenal recording dan mixing setelah ada pandemi… jadi belajarnya sama rekan dan senior di forum online seperti ini dan lewat tutorial di yutube.

sekali lagi terima kasih banyak ya, mas…
sukses terus. :pray:

2 Likes

Salah satu yang saya selalu bilang adalah…
Buatlah NOISE itu menjadi teman kita

Artinya apa? Karena memang noise tidak mungkin di-null-kan, lebih baik mindset kita adalah membuat noise tsb menjadi sahabat kita, bukan musuh kita, yaitu seperti yang di bilang @EndieSoeprajitno ini :

Walau yg dia bahas adalah Mic tambahan untuk ambience, tetapi dalam konteks ini, mic yang adapun bisa berfungsi bagi mic ambience. Contoh, mic vokalis bisa jadi mic ambience dari Cajon, atau mic Cajon bisa jadi mic ambience untuk vokalis, gitar dll.

Kalau ada noise yang mengganggu dan jadi “musuh”, cara untuk bikin itu jadi “teman” adalah dengan mengubah posisi mic atau malah mengubah posisi musisinya (jangan hanya berpikir posisi musisi itu khusus untuk visual / video saja, pikirkan bagaimana efeknya ke hasil rekaman juga)

Jadi intinya, jangan buang noise tsb, tapi bikinlah noise itu jadi malah bikin overall musik kita jadi lebih baik.

2 Likes

Kalau lihat digambar, rasanya tinggal memposisikan bgmn nyamannya saja mas, dan juga balik ke pemain musiknya, sumber awal berpengaruh banget menurut saya :blush:, jadi semuanya berkaitan erat.

Sama² mas @marbunpol, semangat trus yaa mas :blush:, kalau lelah dan gak nemu yg asik waktu mixing, bawa istirahat dan relaksasi mas, dipaksainpun mesti hasilnya gak bakalan bagus hehehe (dulu saya termasuk yang hobi memporsir).

Forum² gini bener² banyak manfaatnya mas, saya dulu banyak belajar di forum MusikTek, wahh disana bener² banyak ngupas tuntas, dan sekarang gantinya di ArtSonica ini :blush:.

2 Likes

Nahhh mas @marbunpol, ini lebih detil ditambahkan sm mas @agushardiman, saya pernah ngeshare hasil mixingan live di stage, kata mas Agus malahan terlalu bersih :smile:, jadi kadang NOISE ataupun bocoran itu justru bisa jadi temen dan kalau digunakan dengan baik, bisa bawa hasil yg baik pada akhirnya hehehe.

2 Likes

Wah pernah ya? Saya lupa (Faktor U) :frowning: :rofl:

1 Likes

:smile::smile::smile: Pernah mas, waktu forum ArtSonica v1, terlalu bersih dan steril, gak ada bocoran sama sekali :smile:, yang mengesankan live-nya cuma waktu di awal lagu, karena sang vokalis ngomong :smile:, diajarin cara2 mcGyver juga hihi.

aduh… saya beneran terharu ini dapet ilmu segini banyak…

saya baru sadar, berarti saya selama ini keliru, soalnya selama ini saya menyerahkan posisi pemusik sepenuhnya ke tim video, setelah komposisi gambar dirasa cukup oleh tim video, baru saya menempatkan mic. Untuk berikutnya saya akan belajar komunikasikan lagi dengan tim video untuk memaksimalkan positioning pemusik dan mic

nah saya juga baru sadar ini… hasil live recording nggak bisa disamain sama hasil studio rekaman…

iya mas, ini juga kendala saya yang terlalu memforsir, deadline 3 hari setelah syuting untuk mixing sekitar 8-10 lagu berdurasi hanya 1-2 menit, sering jadi bikin saya pengen buru-buru kelar supaya bisa nyerahin ke tim editor untuk di sync dengan video, mestinya saya bisa maksimalin deadline supaya bisa lebih rileks dan bisa maksimalin hasil

saya mesti mulai camkan ini di otak saya: “jadikan musuh sebagai teman”

iya, saya bersyukur banget bisa masuk ke forum ini.

terima kasih pak @agushardiman dan mas @EndieSoeprajitno buat pelajarannya yang sangat berharga, semoga kita bisa selalu berkarya, berbagi ilmu, dan selalu diberkatiNYA.

2 Likes