Songwriting Tools : Untuk Membuat Lirik Lagu

Halo Semua,

Apa kabar? semoga sehat selalu ya.

Saya mau share topik yang cukup bagus menurut saya yaitu songwriting tools. Saya sendiri juga masih belajar dan kayaknya sayang kalo dipendem sendiri.

Tools, kenapa dibilangnya tools? karena ternyata dalam dunia songwriting tidak ada yang namanya rules. Contoh Paul McCartney membuat lagu Let it Be inspirasinya ketika sedang masa-masa beratnya ia memimpikan ibunya yang berkata it will be alright yang akhirnya ia terjemahkan menjadi let it be atau Ed Sheeran yang membuat lagu What Do I Know yang merupakan lagu sindiran dan inspirasinya adalah dirinya sendiri seorang musisi yang tidak mempunyai degree musik dan hanya bermodalkan gitar saja. Inspirasi pun ternyata tidak ada rulesnya, ada yang bilang inspirasi bisa muncul tiba-tiba di toilet atau di tempat tidur atau dimana-mana. Tapi biasanya masalah yang terjadi adalah ketika inspirasi itu tidak datang atau datangnya suka telat dan sekali-sekali aja, ini sering disebut sebagai Writers block.

Lalu bagaimana? Saya belajar banyak dari Pat Pattison melalui video seminar dan buku yang dikarang oleh Andrea Stolpe. Disini mereka mengatakan bahwa songwriting itu tidak ada rules tapi ada tools baik itu secara melodi, chord progression, atau lyric writing. Apapun bisa terjadi dalam songwriting. Masih inget boomingnya Bad Guy lagu dari Billie Eilish yang unik sekali.

So apa toolsnya?
Yang pertama dan sangat terkenal sekali mungkin dikalangan songwriters di luar yaitu Object Writing. Intinya Object Writing adalah menulis melalui indera kita + movement + awareness. Kita mencoba memberikan pengalaman yang kita rasakan kepada pendengar kita. Kalau kita hanya berkata aku khawatir, pendengar akan merasa bingung dan tidak bisa berimajinasi menyakitinya seperti apa? kita juga gabisa menempatkan mereka ke dalam sepatu kita. Tapi, jika kita mengatakan Jantungku berdetak kencang, dan tanganku berkeringat, MUNGKIN akan membuat pendengar lebih bisa membayangkan dan masuk ke dalam pikiran pengalaman kita. Jujur aja cara ini agak susah digunakan dalam bahasa indonesia. Dalam bahasa inggris contoh paling gampang adalah lagu The A-Team dari Ed Sheeran. Dalam verse 1 nya dikatakan White Lips, Pale Face. Sebenernya yang mau disampaikan She use drugs tapi dia deskripsikan sampai 1 verse (lumayan kan ngebantu banget untuk nulis lirik sambil membawa pendengar membayangkan). Kita dibawa oleh Ed Sheeran untuk membayangkan situasinya saat itu seperti apa lewat indera kita. yaitu Peraba, Perasa, dan Penglihatan.

Menurut saya tools ini sangat sulit dan bener-bener membutuhkan pengalaman dan latihan tapi ternyata menurut Pat Pattison dan Andrea Stolpe penggunaan object writing ini memberikan kekuatan lebih pada sebuah lagu, apa itu? lagu ini menjadi hidup, punya background yang jelas, dan bukan hanya sekedar angan-angan saja. Kadang malah membantu kita dalam menulis lirik jauh lebih dari yang kita bayangkan. Menariknya Object Writing ini tidak hanya berlaku untuk barang, tapi bisa juga untuk orang, tempat dan waktu. Biasanya tempat lebih mudah mengaplikasikan object writing dibandingkan benda. karena di dalam sebuah tempat pasti ada benda, waktu, dan orang.

Intinya kita dalam lagu jangan hanya TELLING tapi SHOWING. Karena SHOWING itu lebih jujur dibandingkan TELLING. tapi ya kembali lagi, kalo semua orang tau rahasianya, semua lagu jd hits hahaha

Cara yang disarankan untuk belajar adalah

  • latihan sehari minimal 5 - 10 menit, pilih 1 object untuk kita tulis
  • di satu kertas paling atas tulis ke-7 indera tersebut sebagai pengingat
  • kemudan bayangkan/imajinasikan object tersebut menggunakan indera kita
  • tulis pengalaman apa yang kita rasakan (lewat inder kita) terkait object tersebut
  • tulisan bisa berupa kalimat ataupun list kata saja, karena mereka mengatakan jangan ada kritik, judge, atau mikir terlalu berlebihan karena yang dilatih disini adalah bukan nulis lirik tapi sense yang kita punya.
  • semakin sering dilakukan kita jadi terbiasa menulis melalui sebuah pengalaman bukan hanya bayang2/angan2 saja

Tools yang kedua, ketika kita ingin menulis lagu pastikan kita punya jalan cerita. Biasanya dibagi menjadi 3 kategori besar. Awal, tengah dan akhir (saat dijadikan lirik tidak harus berurutan). Ini adalah panduan untuk kita stay dan tidak keluar dari jalur cerita yang kita mau. Nah ketika kita stuck, ada 6 best friends menurut mereka yang bisa membantu kita yaitu 5 W 1 H. Biasanya What, When, Where menjadi awalan yang baik untuk Verse kemudian Chorus biasanya adalah Why. Who biasanya ditentukan sejak awal siapa yang mau kita libatkan disini sudut pandangnya.

Dari cerita ini kita bisa kembangkan dulu object writingnya kemudian kita mulai menulis lirik. Menulis lirik dengan plot cerita yang jelas itu lebih mudah seperti seorang penulis film yang membuat cerita dulu baru menulis dialog akan lebih mudah pastinya.

Semoga bermanfaat ya! Senang kalo bisa berdiskusi tentang musik boleh disini atau lewat chat juga boleh hehehe

Sukses semuanya!

8 Likes

mantap bang,bg sya mau tanya klo sebutan di bagian2 lagu itu kaya verse1 verse 2 corus intro itu apa ya lebih detilenya atau dlm bahasa indonesia nya apa ya bg.sya buat verse 1 itu ikut2an aja .arti sbnranya ga tau…hehee maaf…mksh

wah ini keren… kalo saya pernah bikin lagu metal. black metal tepatnya…mungkin banyak beranggapan musik black metal adalah sesat pemuja setan , dengan lirik lirik kontroversial…

jadi pada saat saya memulai menulis lagu saya sendiri di band project idealist saya bernama khayangan (symphonic black metal) , susahnya membuat lirik bertemakan GELAP membuat saya makin bingung setiap saya bikin liriknya malah berkesan lirik yang religius… hingga saya nemu formula sendiri , ya itu sudut pandang… ya dengan bermain sudut pandang , saya bisa MEMBALIK lirik yang saya buat yg tadinya sangat religius menjadi GELAP .

contoh lirik yang saya angkat pada waktu itu adalah kebencian , iri dan dengki dari sosok setan/iblis terhadap manusia. kenapa saya angkat itu , karena pada saat saya menulis draft lirik lagu itu saya malah mengangkat tema sangat manusiawi dengan sudut pandang sebagai manusia… dengan formula yg saya temukan semua saya balik alur ceritanya… yang tadinya saya mengambarkan sebagai manusia , saya rubah “bagaimana jika saya adalah setannya, dan melihat manusia itu sendiri”… dan DANGGG… lirik berubah menjadi gelap

diluar kontroversi lirik lirik black metal itu sendiri , saya jadi punya sudut pandang menarik dengan membalik sudut pandang lirik yg di angkat… dan membuat saya malah semakin mengerti dengan lirik lirik yg mereka buat

1 Likes

Verse itu mungkin di Indonesia sebutannya Bait ya, kalo chorus itu orang sering salah kaprah menyebutnya reff / refrain. Reff / refrain adalah sebuah bagian pengulangan yang bisa diletakan di semua bagian (mau di bait, chorus) dan sering kali dianggap sebagai hook dari lagu. Contohnya lagu Sheila On 7 - Anugerah Teriindah yang Pernah Ku Miliki atau Sweet Child O’ Mine - Gun N Roses dimana judul dari lagu tersebut beberapa kali diulang disebutkan dgn nada yang sama. Itu refrain. Kalo yang saya pelajari lagu komersil / pop biasanya polanya seperti ini:

V1 - V2 - Pre-Chorus - Chorus - V3 - Chorus - Bridge - Chorus

Lebih detilnya BIASANYA
V1 / bait 1 itu menjelaskan latar / background dari lagu misalnya dimanakah peristiwa ini terjadi? atau siapakah yang terlibat? Bagian ini cukup krusial karena secara lirik bagian ini bisa menentukan apakah pendengar akan stay atau tidak. Makanya object writing banyak dilakukan disini (tapi ga harus ya!)
V2 / Bait 2 biasanya menjelaskan masalahnya dan lebih menekankan ke internal seperti perasaan dll atau menjelaskan lanjutan dari bait 1 / V1

Intinya verse / bait biasanya sering dibilang basa basinya lagu dan jarang diperhatikan layaknya chorus, padahal sebenernya bagian ini penting banget. Biasanya bagian ini kita sebutnya adalah “Showing” baru ke “Telling”. Kayak misalnya kita lagi curhat ke temen karna sakit ati kita kan bilangnya “sakit banget hati gw, jantung rasanya mau copot, sampe kering mulut gara2 berantem dll” baru kita jelasin kenapa kita bisa sakit hati.

Pre - Chorus seperti namanya penyambung antara bait dengan chorusnya dan biasanya memiliki chord progresi dan nada yang berbeda dan secara lirik biasanya ingin menekankan

Chorus seperti namanya adalah paduan suara, artinya sebuah bagian yang idealnya dapat dinyanyikan bersama-sama, kalau terlalu rumit namanya bukan chorus tapi soloist hahaha. Chorus biasanya adalah inti atau pesan dari lagu itu secara keseluruhan. Makanya biasanya Chorus tidak terlalu banyak kata-kata dibandingkan verse / bait. Tau ga ternyata dalam chorus permasalahan yang sering terjadi kita terlalu berusaha menjelaskan secara detil disini padahal seperti namanya INTI dari pesan tersebut sekedar pengulangan seperti “I love you, I love you, I love you” terkadang itu cukup. Makanya jangan heran ada chorus dari lagu yang kata-katanya cuma itu karena emang intinya adalah ya I love you. Misalnya topik yang di atas, sakit hati. Di chorus bisa bilang intinya “gw kecewa sama dia karna dibohongi” misalnya.

V3 / Bait 3 biasanya menjelaskan lebih detil tentang chorusnya atau memberikan point of view yang baru misalnya waktu yang berbeda? atau misalnya jelasin kenapa kecewa sama dia. Biasanya nyambung dengan chorus 1 Misalnya jelasin apa yang bikin dia kecewa. BIASANYA di verse 3 udah full TELLING karena big messagenya (Chorus) sudah keluar

Bridge, ini yang sering salah juga kalo dalam lagu itu harus ada Bridge. Bridge itu dipakai secara lirik ketika emang ada plot twist nya. Misalnya “ternyata walaupun gw kecewa, gw harus tetap menjalani hubungan karna dia sedang mengandung anak gw”. Tapi bridge tidak slalu harus ada dan biasanya bisa diganti dengan solo instrument atau pola lain misalnya dalam lagu Shape Of You - Ed Sheeran dia hanya menggunakan “Come on be my baby, Come on” dan diulang-ulang.

Chorus terakhir biasanya klimaks dari lagu dan benar-benar full energi biasanya. Dan tidak jarang juga orang menambahkan lirik di chorus terakhir karna plot twist yang dibuat.

Hal di atas ini adalah yang saya pelajari ya bukan berarti pasti benar dan bukan arahan pasti, karena seperti yang di atas saya bilang tidak ada RULES tapi adanya TOOLS karena kalo semua orang tau formulanya pasti semua lagu sudah hits sekarang nyahahaha

Intinya dalam membuat lagu selalu perhatikan latar, buat lagu itu jadi hidup dengan menggambarkan sebuah background seperti cerita. Dan hati-hati ketika menambahkan elemen membuat lagu jadi terlalu kompleks tapi cuma dipermukaan doang. Makanya dengan menggunakan Object Writing kita membatasi elemen lagu tapi dikupas secara mendetil.

Semoga membantu ya! hehe

Cheers!

3 Likes

Betul. Genre apapun sebenarnya sama saja, hanya sejarahnya saja yang berbeda-beda. tapi sebenernya intniya ya sama saja ingin berekspresi lewat lagu.

dan betul banget, ketika stuck Pat Pattison bilang salah satu cara untuk ngembaliin ide lagi adalah dengan POV (Point Of View). Mengubah POV adalah salah satu ide untuk menulis lagu. Ada bagannya ini tentang POV hahahaha. Dan memang POV ini biasanya sudah ditentukan sejak awal biar ga bingung dan hilang arah. Contoh yang menarik adalah lagu Supermarket Flower dari Ed Sheeran yang lagunya sebenernya temanya general tentang neneknya yang meninggal tapi ternyata lirik yg ditulis dia ambil dari POV mamanya (which is anak dari neneknya). Mengubah POV aja sudah bisa memberikan warna tersendiri hahaha Semakin sering POV itu dipake, sebenernya akan membuat kita jadi kesulitan untuk membuatnya menurut saya

Contoh: saya cinta kamu. POV ini udah biasa banget dan terkadang bikinnya jadi susah dan malah kesannya jd klise atau ngawang2. Tapi kalo misalnya kitta ambil POVnya seperti ini: Dia cinta Adikku/Anakku. Jadi POV nya kita sebagai kakaknya atau orangtuanya akan terasa lebih menarik utk digali hahaha

Sukses selalu @Imumsteen buat lagunya ya!
Cheers!

2 Likes

setuju… POV ini sangat membantu untuk mendapatkan kata kata yg sulit di dapat sebelumnya ,kita jadi tau bisa meng personalisasikan lirik nya menjadi lebih luas…

misal , base on

aku cinta kamu , perjuanganku untuk dirimu sampai mati .

dari lirik itu bisa di artikan 80% artinya adalah cinta

tapi jika di rubah POV nya menjadi orang ketiga seperti

dia cinta dirinya , dia memperjuangkannya sampai mati

di sini makna sudah bisa bergeser jadi perselingkuhan, kecewa , meskipun bisa di angkat tetap menjadi cinta , tapi terkesan ada sebuah kekecewaan yg di rasakan pihak ketiga…

namun dalam hal ini sebenernya bisa di bolak balik dalam satu lirik… kerennya bisa nyambung ceritanya… hahahaha ghoib emang

2 Likes

mantap bang…detile

Wah topik yang keren banget @Jennes :heart:

Karena dibaca sepintas gak bisa, saya bookmarked dulu aja…di baca besok :stuck_out_tongue:

1 Likes

Ilmu yang sangat bermanfaat. Terkadang saya juga sering terkendala dalam membuat lirik. Semoga dengan ilmu baru ini, say bisa coba aplikasiin dan latih setiap hari. Keren.

3 Likes

hahaha thanks you pak.

Semoga bisa bermanfaat :grinning:

hahaha iya, writers block sering banget dialamin sama penulis lagu. Makanya kadang daripada nulis lirik mereka lebih banyak melatih kemampuan pengalaman imajinasi ini.

amin. semoga bermanfaat ya!

1 Likes

Mantaaap… cukup analisis. Dan cukup tepat… pembahasan nya ini sudah cukup mewakili apa yg kita inginkan… :smiley:

2 Likes

hahaha terima kasih,
Saya juga lagi mendalami ilmu ini dan memang ternyata tools2 ini berguna banget untuk mengatasi writers block (mentok ide) karena sebenernya inspirasi itu ga slalu datang mendadak, cuma kitanya aja yg gatau cara mancingnyaaa

bg james buat tutornya sya request dlm bntuk video bang…hehehhee . skalian dengan ilustrasinya klo ada hehhehee…udah dri pertama post genjrang2 ,ngahariring,nananana ,kunci gitar ,piano udah di bolak balik kaga nemu2…ampun apa yg terjadi dengan diriku tuhaaaan…

Hahahaha wah boleh juga tuh, thank you reqnya. ditampung dlu ya. sementara saya bantu jawab2 pertanyaan aja ato lewat sharing2 juga semoga bermanfaat.
kalo mau diskusi lebih dalam jg boleh kontek langsung hahaha sama2 belajar…

1 Likes

siap bang… :pray::pray::pray::pray::pray::pray::pray::pray:

kayaknya ada fitur message juga ya disini? boleh kalo ada mau nanya ato diskusi via message hahaha santai aja

ia ada bg siap…