Tahukah Anda, Ada Lagu Indonesia yang "Mendunia" Tanpa Diketahui oleh Penikmat2 Lagu tsb?

Halo mentemen, saya Vigil dari Auckland, sekedar informasi kalau mentemen ke negara2 di pasifik sini, mentemen akan mendengar lagu dalam bahasa mereka yg sangat familiar di kuping kita, orang Indonesia.
Silakan cari “e ipo” penyanyinya Prince Tui Teka. Itu adalah bahasa Maori (suku asli Selandia Baru) dan masih ada beberapa bahasa2 lain yg menterjemahkan lagu ini (yg mereka pikir milik Prince Tui Teka - lirik oleh Ngoi Pēwhairangi, penulis lirik yang diminta oleh Prince Tui Teka untuk mengisi lirik di “lagunya”. Yg dipersembahkan untuk istri beliau. Lagu tersebut “ditulis” tahun 1982.

Lagu tersebut jadi hits dan dinyanyikan dimana mana termasuk negara2 lain di sekitar Selandia Baru.
Nyatanya lagu tersebut didengar Prince Tui Teka dari para serdadu Selandia Baru ketika Prince Tui Teka “ngider” konser ke Singapore. Again, tahukah anda bahwa penyanyi taiwan terkenal almarhumah Teresa Teng juga pernah menyanyikan lagu ini dan dalam bahasa Indonesia?

Lagu ini adalah milik alm A Riyanto yg berjudul Mimpi Sedih. Dibawakan oleh Favourite Group dan menjadi semakin terkenal ketika Broery Marantika (Pesolima saat itu) menyanyikan kembali.

Adalah bapak Tantowi Yahya selaku dubes Indonesia utk Selandia Baru, Samoa dan kerajaan Tonga, dan sekarang juga didaulat menjadi dubes keliling Pasifik, yang pertama kali ngasih tau daku.
Akhirnya digunakan sebagai pendekatan diplomasi budaya, ketika tahun 2018, KBRI Wellington mengadakan Symphony of Friendship di Opera House Wellington dengan menampilkan Konduktor Erwin Gutawa dan Orchestra local dari Wellington Orchestra ditambah 3 bintang tamu dari Indonesia, Gita Gutawa, Edo Kondologit dan Andmesh Kamaleng. Plus 2 bintang tamu Tama Wairapa dan Maisey Rika dari NZ.

Puncaknya adalah ketika Tama Wairapa kolaborasi dengan Andmesh Kamaleng di lagu e ipo/mimpi sedih. Untuk membuka pandangan para tamu yang hadir bahwa kedekatan budaya Selandia Baru dan Indonesia adalah sangat dekat. Saat itu hanya kalangan terbatas saja yg mendapatkan tempat untuk menyaksikan pagelaran tersebut dan diliput oleh beberapa wartawan dan pengamat dari Indonesia juga.

Fast forward 2019 lalu, saya didaulat untuk menjadi koordinator konser Sounds of the Pacific di perhelatan Pacific Exposition yang diadakan di Sky City Auckland, dengan Indonesia sebagai pencetus acara ini, melibatkan 19 negara pasifik termasuk Australia dan Selandia Baru. Banyak hal2 serius di sana, hubungan bilateral antar negara, perdagangan, kebudayaan dan tourism.
Saya? bagian happy2 aja, konser.

Saya mencetuskan ide utk mengundang alm Glenn Fredly, dan didampingi band Papua Original dan Ivan Nestorman and the Nestornation. Papua Original mewakili Papua, Ivan Nestorman mewakili NTT, Glenn Fredly mewakili Maluku. Disamping juga mengundang beberapa artis2 locals yg mewakili negara2 lain seperti Fiji, Tonga, dan NZ sendiri, juga mengundang artis dari Australia dan Samoa datang.
Konser kami adakan dalam 2 hari berturut turut. Person in Charge untuk artis2 local sampai geleng2 kepala ketika melihat PO dan Ivan Nestorman baru memulai konser. Kaget, melihat betapa tingginya kualitas musisi musisi kita.

Dan ada sesi dimana e ipo/mimpi sedih kita bawakan kembali dan kali ini porsi mimpi sedih dibawakan oleh Glenn Fredly alm. dan diiringi beberapa alat2 musik tradisional dari pasifik dan Indonesia diwakili oleh Tifa (dimainkan oleh salah satu pelajar Papua di NZ) dan Sasando (dimainkan oleh Ganzer dari Nestornation). Pengalaman ajaib yang sampai detik ini masih seperti mimpi, saya mendapat tugas sedemikian besar dari negara melalui pak Tantowi Yahya dan KBRI. (bukan, saya bukan staff KBRI :)).
Dan puji Tuhan walaupun saya agak2 gak pede, semua terlaksana dengan baik dan sukses (juga berkat dukungan pak dubes yg selalu menyemangati tentunya dan teman2 saya yg memang sangat professional - lebih professional dari saya).

Akhirnya, perlahan tapi pasti, org2 mulai tahu bahwa e ipo yg disukai mereka adalah saduran dari lagu Indonesia. Thanks buat yg udah baca ini, sorry kalau terlalu panjang. Salam dari Auckland.

6 Likes

Waaah keren sharingnya @VigilNZ :heart:

Ternyata begitu ya…banyak cerita behind the curtain yang seruuuu :+1:

Thanks !

1 Likes

ehehehe iya kang, nuhun.

Ini lagunya ya?

Ternyata pernah di cover ama Rio Febrian juga :

Dan nemu ini juga di twitter:

Ia juga berkolaborasi dengan musisi Pasifik menyanyikan lagu “E Ipo” yang aslinya di Indonesia terkenal dengan judul “Mimpi Sedih”.

Selamat jalan Glenn Fredly. Terima kasih atas sumbangsihmu yang luar biasa bagi musik Indonesia.

— Indonesian Embassy NZ-WS-TO (@KbriWellington) April 8, 2020
2 Likes

luar biasa bang,terimakasih sudah bawa indonesia harum,hehehe…

Betul kang, ini versi Maorinya

1 Likes

Terima kasih apresiasinya mas, sudah menjadi kewajiban setiap kita :pray:

Wow, maaantap !
Lagu Indonesia memang mendunia ya dan pencipta lagu A Riyanto itu memang composer musik Indonesia yang hebat :pray: